Senin, 18 November 2013

YUNANI KUNO



Yunani Kuno

 Yunani Kuno adalah peradaban dalam sejarah Yunani yang dimulai dari periode Yunani Arkais pada abad ke-8 sampai ke-6 SM, hingga berahirnya Zaman Kuno dan dimulainya Abad Pertengahan Awal.  Peradaban ini mencapai puncaknya pada periode Yunani Klasik, yang mulai berkembang pada abad ke-5 sampai ke-4 SM. Pada periode klasik ini Yunani dipimpin oleh negara-kota Athena dan berhasil menghalau serangan Kekaisaran Persia. Masa keemasan Athena berakhir dengan takluknya Athena kepada Sparta dalam Perang Peloponnesos pada tahun 404 SM. Seiring penaklukan oleh Aleksander Agung, kebudayaan Yunani, yang dikenal sebagai peradaban Hellenistik, berkembang mulai dari Asia Tengah sampai ujung barat Laut Tengah.
Istilah "Yunani Kuno" diterapkan pada wilayah yang menggunakan bahasa Yunani pada Zaman Kuno. Wilayahnya tidak hanya terbatas pada semenanjung Yunani modern, tapi juga termasuk wilayah lain yang didiami orang-orang Yunani, di antaranya Siprus dan Kepulauan Aigea, pesisir Anatolia (saat itu disebut Ionia), Sisilia dan bagian selatan Italia (dikenal sebagai Yunani Besar), serta pemukiman Yunani lain yang tersebar sepanjang pantai Kolkhis, Illyria, Thrakia, Mesir, Kyrenaika, Galia selatan, Semenanjung Iberia timur dan timur laut, Iberia, dan Taurika.
Oleh sebagian besar sejarawan, peradaban ini dianggap merupakan peletak dasar bagi Peradaban Barat.  Budaya Yunani memberi pengaruh kuat bagi Kekaisaran Romawi, yang selanjutnya meneruskan versinya ke bagian lain Eropa. Peradaban Yunani Kuno juga sangat berpengaruh pada bahasa, politik, sistem pendidikan, filsafat, ilmu, dan seni, mendorong Renaisans di Eropa Barat, dan bangkit kembali pada masa kebangkitan Neo-Klasik pada abad ke-18 dan ke-19 di Eropa dan Amerika.
1. Keadaan Geografis
Keadaan alam wilayah Yunani terdiri atas gunung-gunung yang gersang. Pantainya terdiri atas teluk-teluk yang menjorok jauh ke daratan. Di bagian laut timur terdiri atas ratusan pulau kecil (Kepulauan Aegeis) yang berhubungan dengan Pantai Asia Barat (Turki). Kep. Aegeis berfungsi sebagai jembatan alam. Wilayah Yunani memiliki iklim subtropis dengan musim panas yang lama dan kering, sedangkan musim dinginnya sejuk, singkat, dan banyak hujan.
                Daerah lereng pegunungan menghasilkan anggur, sedangkan lembah-lembah yang rendah menghasilkan gandum. Penduduk Yunani lebih mengandalkan hidup dari kegiatan laut dan berdagang karena kondisi tanah yang kurang subur. Mereka menguasai pelayaran di Laut Tengah dan membentuk koloni-koloni sambil mengembangkan budaya Yunani.

2. Penduduk dan Kehidupan Sosial Ekonomi
            Nenek moyang bangsa Yunani berasal dari suku-suku pengembara(nomaden) di sekitar Laut Kaspia , seperti suku Indo-Jerman, Arya, Armenia, dan Media. Mereka datang secara bergelombang sejak tahun 2000-800 SM dan bercampur dengan penduduk asli, yaitu penduduk Pulau Kreta dan bangsa Mekene. Dengan percampuran itu terjadilah asimilasi biologis, sosial, dan budaya di antara mereka. Meskipun demikian, penduduk asli dijadikan budak.
                Alam Yunani yang kurang baik menyebabkan mereka  menyebar ke daerah lain seperti Pulau Sicilia, Italia, Prancis, Kepulauan Aegeis, dan Afrika Utara. Di perantauan mereka membuat koloni baru, misalnya Croton dan Sybaris( Italia Selatan); Ephesus, Nitetus, dan Lydia( Asia Kecil); Syracus(Pulau Sicilia). Daerah itu berkembang menjadi pusat-psat kegiatan ekonomi dari kawasan Laut Tengah.
                Lalu bangsa Yunani membentuk negara-negara kecil yang disebut polis atau negara kota yang dimana kehidupan diatur layaknya seperti sebuah negara. Di antar polis-polis itu sering terjadi peperangan untuk merebut daerah yang satu dengan yang lain. Polis-polis itu antaranya Athen, Sparta, dan Thebe.
Bangsa Yunani Kuno terdiri atas tiga golongan:
1. Bangsa Doria
                Tinggal di Jazirah Peloponesos dan beribu kota di Sparta.
2. Bangsa Ionia
                Tinggal di Jazirah Attica dan beribu kota di Delphi.
3. Bangsa Aeolia
                Tinggal di Yunani Utara dan beribu kota di Olympia.
                Meskipun antar polis bermusuhan, namun mereka tetap mengakui bahwa mereka berasal dari nenek moyang yang sama yaitu bangsa Hellen dan menyebut negerinya “Hellas”.

                Masyarakat terbagi atas dua golongan besar, yaitu:
a. Golongan Merdeka
                Terdiri dari para pejabat kerajaan, prajurit, pedagang, dan pengusaha. Mereka penduduk asli dan orang asing.
b. Golongan Budak
                Mereka pada umunya bukan penduduk asli Yunani, namun berasal dari tawanan perang atau kaum fakir miskin.
                Masyarakat terbagi dalam kelas-kelas sosial yang nyata. Kelas atas terdiri dari kaum bangsawan, para pejabat negara, panglima perang, dan prajurit. Kelas menengah terdiri atas para pengusaha, pedagang, dan pelaut. Perekonomian mereka cukup baik sebab perdagangan dan pelayaran menjadi urat nadi perekonomian negara dan masyarakat kota. Kelas bawah terdiri atas para petani, pengrajin, buruh kasar, dan budak.

3. Sistem Kepercayaan
                Penduduk Yunani kuno memuja dewa. Para dewa dianggap seperti manusia yang memiliki sifat seperti manusia pula, tetapi mereka lebih besar, lebih indah, dan tidak mati. Para dewa itu bersemayam di Bukit Olympus di bawah pimpinan Dewa Zeus. Kakak Zeus adalah Dewa Poseidon sebagai penguasa laut. Dewa Zeus memiliki istri benama Dewi Hera. Dari perkawinannya dengan Dewi Hera itu, Dewa Zeus mempunya beberapa anak yaitu:
a. Dewi Phallas Athena sebagai dewi ilmu, seni dan falsafah.
b. Dewa Apollo sebagai dewa seni, sastra, kesehatan, dan ilmu.
c. Dewa Ares sebagai dewa perang.
d. Dewa Hermes sebagai dewa perdagangan, perantau, dan pencuri.
                Untuk menghormati dan memuja Dewa Zeus, setiap empat tahun sekali sejak tahun 776 SM diadakan pesta olahraga dan seni di Olympia. Tampaklah bahwa pengaruh kepercayaan bangsa Yunani menyeluruh, tidak hanya terhadap moral tetap terhadap kebudayaan, seni, olahraga, dan perekonomian.

4. Sistem Pemerintahan
               
                Abad ke-7 SM di Yunani Kuno terdapat dua polis yang besar yaitu Polis Sparta dan Athena.

a. Polis Sparta
                Polis Sparta terletak di Jazirah Peloponesus bagian selatan. Sparta merupakan negara militer yang kuat dan ketat. Sejak lahir warga Sparta sudah diatur dan diawasi negara. Para pemuda wajib mengikuti kegiatan olahraga dan keprajuritan yang berat, dan dibiasakan cara hidup yang  keras. Warga diwajibkan mengikuti wajib militer. Pendidikan jasmani lebih diutamakan dibandingkan dengan ilmu pengetahuan, seni, dan sastra. Masyarakat harus hidup sederhana dan tidak boleh memiliki kekayaan.
                Di Sparta ada dua raja yang mimpin secara turun temurun dan memiliki kekuasaan yang tidak terbatas. Selain raja menjabat kepala pemerintahan sebagai pangliam angkatan perang dan pemimpin agama. Lalu ada Ephor(Dewan Menteri), Dewan Kaum Tua yang bertugas mempersiapkan perundang-undangan yang diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat.
Rakyat Sparta terdiri atas dua golongan yaitu, bangsa Doria yang merupakan warga negara penuh, dan bangsa lain sebagai bangsa takhlukan yang tidak mempunyai hak apa-apa.
 

b. Polis Athena
                Polis Athena terletak di Semenanjung Attica. Suasana di Athena berbanding terbalik dengan Sparta, yang dimana kehidupan mereka lebih demokratis. Hak perseorangan dijamin Negara. Rakyat Athena lebih menaruh perhatian di bidang ilmu pengetahuan, seni olahraga, dan filsafat. Faktor  tersebut membuat Athena tumbuh menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang melahirkan filsuf besar, seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles.


5. Hasil Kebudayaan

a. Kesustraan
                 Pada saat itu bidang sastra berkembang pesat dan banyak dihasilkan karya sastra oleh penyair dan penulis terkenal, seperti Homerus denga karyanya Illias dan Odyssee berisi cerita kepahlawanan; Thucydides dan Herodotus yang terkenal sebagai penulis sejarah. Athena memilki gedung teater yang dapat menampung puluhan ribu orang untuk menggelar pertunjukan sandiwara karya Sopocles, Aeshcylus, dan Aristophanes.

b. Filsafat       
                Ilmu filsafat muncul karena adanya iklim yang segar dalam pemikiran bebas. Para filsuf Yunani yang terkenal antara lain:
1. Socrates (469-399 SM)
                Socrates mengajak orang Athena untuk bertanya jawab tentang kehidupan dan mengajak berpikir secara bebas dan jujur. Cara pengajaran Socreates disebut dialektika. Karena buah pikiran itu, ia dituduh tidak mengakui dewa Yunani dan menyesatkan orang Yunani. Oleh karena itu dia dihukum mati.  
2. Plato (429-384 SM)
                P lato adalah murid Socrates yang cerdas dan rajin menulis karya sastra dan politik. Ajaran terpenting Plato adalah mengenai ide atau ideos. Ia berpendapat bahwa sebaiknya negara dipimpin oleh orang yang cerdik, pandai, arif, dan bijaksana.
3. Aristoteles
                Aristoteles mengajarkan cara berpikir yang benar(logis) dan sistematis. Oleh karena itu, ia dijuluki Bapak Ilmu Logika.  


c.  Ilmu Pengetahuan

1. Astonomi dan Geografi
                Masyarakat Yunani pada waktu itu mengetahui bahwa bentuk bumi bulat dan berputar pada porosnya, mengetahui perjalanan bintang-bintang, dan pergantian musim.
2. Ilmu Bangunan
                Phytagoras merupakan ahli dalam ilmu bangun sehingga menemukan dalil yang terkenal, yakni jumlah kuadrat dari kedua sisi siku-siku ( dari segitiga siku-siku) sama dengan kuadrat sisi miring.
3. Ilmu Kedokteran
                Sebagai pelopor dalam ilmu kedokteran, Hipocrates telah menguraikan sebab-sebab terjadinya terjadinya penyakit dan cara mengobatinya dalam buku Aphorismen dan Prognose.
4. Ilmu Pengetahuan Alam
                Archimedes, Thales, dan Democritus adalah ahli dalam ilmu pengetahuan alam. Thales dianggap sebagai Bapak Ilmu Pengetahuan Alam.
5. Ilmu Sejarah
                Herodotus dan Thucydides adalah ahli sejarah yang sangat terkenal. Herodotus karena kemampuannya berhasil merekonstruksi suatu peritiwa sejarah berdasarkan metode ilmiah sehingga ia disebut Bapak Ilmu Sejarah.

d. Seni Bangunan dan Seni Pahat
                Orang Yunani Kuno telah mampu membangun gedung megah dan kuil dengan relief pahatan yang indah. Pemahat ulung yang terkenal adalah Phidias. Kuil Parthenon dan Ercehthium terdapat di Bukit Akropolis yang dibangu pada zaman Perikles. Seni bangunan dari Yunani yang terkenal adalah Akropolis (kota tinggi) karena kota terletak di atas bukit.

e. Sarana Angkutan dan Persenjataan
                Penduduk Yunani termasuk bangsa bahari, sedangkan polis Athena sendiri adalah negeri maritim . Hal itu disebabkan mereka pandai membuat kapal baik kapal dagang, perang,dll yang diprakarsai Themistocles.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar